3 Siasat Toji Untuk Mengalahkan Gojo Satoru

Table of Contents

Yaga, guru dari SMK Jujutsu Tokyo, mengutus Gojo dan Geto untuk menjalankan misi membawa manusia yang ditakdirkan menjadi Wadah Plasma Bintang, Riko Amanai, dan mengantarkannya kepada Master Tengen untuk dijadikan tubuh baru Master Tengen.

Jika Gojo dan Geto gagal memperbaharui ulang tubuh Master Tengen, maka Master Tengen akan berevolusi dan memiliki kesadaran baru yang akan menghapus ingatan lamanya. Ia juga akan mengalami perubahan wujud dari manusia menjadi roh kutukan. Hal ini dapat menimbulkan berbagai malapetaka pada masyarakat jika kekuatan Master Tengen lepas kendali.

Namun misi ini tidak mudah. Ada dua organisasi yang bertujuan untuk menghabisi Wadah Plasma Bintang. Organisasi Q ingin mengacaukan dunia Jujutsu dengan menghabisi Riko Amanai untuk mencegahnya menjadi Wadah Plasma Bintang bagi Master Tengen. Sementara Organisasi Bintang adalah para penyembah Master Tengen yang tak ingin pihak Jujutsu mengotori kesucian Master Tengen dengan menggabungkannya pada Wadah Plasma Bintang.

Walaupun Gojo dan Geto bisa dengan mudah mengalahkan petarung terkuat Organisasi Q yang hendak menghabisi Riko Amanai, mereka terlalu menganggap remeh Organisasi Bintang karena dianggap bukan penyihir Jujutsu yang memiliki kemampuan bertarung. Tanpa diketahui oleh Gojo dan Geto, Organisasi Bintang telah menyewa pembunuh penyihir, yaitu Toji Fushigoro, untuk membasmi Gojo dan Geto dan membunuh Riko Amanai. Tujuannya adalah menyerahkan mayat Riko Amanai pada Organisasi Bintang.

Berikut Adalah 3 Siasat Toji Untuk Mengalahkan Gojo Satoru

1. Toji Fushiguro Sangat Mewaspadai Kemampuan Gojo Satoru

Di masa lalu, Toji yang penasaran dengan sosok bocah pemilik Six Eyes di keluarga Gojo, memutuskan untuk menyaksikan langsung penampilan Gojo Satoru yang masih bocah. Toji mengamati Gojo Satoru yang masih bocah berjalan didampingi pengasuh. Namun, Toji terkejut saat Gojo tiba-tiba menoleh ke belakang dan menatapnya. Toji pun takjub karena Gojo adalah orang pertama dan terakhir yang bisa merasakan kehadirannya saat berada di belakang orang lain.

Oleh sebab itu, saat rekannya heran melihat Toji bersantai bermain judi padahal sudah ditugaskan untuk menghabisi Riko Amanai, Toji menjelaskan bahwa ia harus berhati-hati jika ingin bertarung melawan Tuan Muda dari Klan Gojo. Toji tahu bahwa Gojo adalah sosok yang sangat kuat, sehingga ia harus mempersiapkan diri dengan matang jika ingin mengalahkannya.

2. Siasat Licik Toji Fushigoro Untuk Melemahkan Gojo Satoru

Toji menggunakan uang muka sebesar 30.000 Yen yang diberikan oleh kelompok Bintang untuk mengadakan sayembara bagi para pemburu hadiah yang bisa menghabisi Riko Amanai. Rekannya merasa khawatir terhadap tindakan Toji ini, karena jika para pemburu hadiah berhasil menghabisi Riko Amanai, uang mereka akan langsung hilang.

Namun, Toji memberitahu rekannya bahwa para pemburu hadiah hanya akan melakukan tugas yang sia-sia. Hal ini dikarenakan selama Gojo Satoru berada di dekat Riko Amanai, para pemburu hadiah tidak akan mampu menghabisi Riko Amanai. Toji tahu betapa hebatnya Gojo Satoru, pemilik bakat langka Six Eyes yang hanya lahir setelah ratusan tahun, sekaligus pengguna Teknik Limitless.

Rekannya kemudian bertanya apakah Toji juga termasuk orang yang tidak bisa mengalahkan Gojo Satoru? Toji dengan santai menjawab bahwa hal tersebut masih belum diketahui. Toji meminta rekannya untuk menghentikan iklan sayembara setelah berjalan selama 47 jam, dan Toji bermaksud membuat Gojo dan Geto merasa kesulitan selama 47 jam karena serangan dari pasukan pemburu hadiah.

3. Momen Tepat Bagi Toji Fushigoro Menyerang Gojo Satoru

Setelah Gojo dan Geto bertarung melawan penyihir Jujutsu yang cukup kuat yang berusaha menyerang Riko Amanai, mereka mengetahui bahwa seseorang telah mengumumkan sayembara untuk menghabisi Riko Amanai dalam waktu 47 jam.

Riko Amanai yang mengetahui bahwa Kuroi diculik, menolak untuk diantar ke Sekolah SMK Jujutsu Tokyo. Ia ingin berpamitan dengan Kuroi sebelum menyerahkan tubuhnya kepada Master Tengen, dan ingin ikut menyelamatkan Kuroi, pengasuhnya sejak kecil, yang diduga disandera oleh para pemburu hadiah di Okinawa. Gojo dan Geto mengabulkan permintaannya. Mereka melakukan perjalanan pesawat dari Tokyo ke Okinawa dan berhasil menyelamatkan Kuroi yang sebelumnya disandera.

Semenjak misi dimulai, Gojo terus mengaktifkan Teknik Six Eyes tanpa henti selama 2 hari, untuk mendeteksi bahaya musuh yang mendekat. Selama periode ini, Gojo tidak tidur. Ia bahkan menunda kepulangan ke Tokyo untuk mengantar Riko Amanai ke Master Tengen sebagai wadah baru. Gojo berencana mengajak Riko untuk menikmati sisa hidup terakhirnya dengan bersenang-senang berlibur di Okinawa selama 1 hari lagi.

Sebenarnya, Geto sempat menegur Gojo karena menunda kepulangan ke Tokyo. Ia khawatir dengan kondisi Gojo yang berencana tidak tidur selama 3 hari sambil terus menggunakan Teknik Six Eyes untuk mewaspadai bahaya musuh. Gojo meyakinkan Geto bahwa ia baik-baik saja, terlebih lagi dengan kehadiran Geto yang sama kuat mendampinginya.

Pada hari ketiga, jam 3 sore, Gojo dan Geto berhasil membawa Riko ke gerbang SMK Jujutsu Tokyo. Mereka hanya perlu mengantarkannya untuk menjadi wadah baru Master Tengen. Merasa aman, Gojo pun mengistirahatkan Teknik Six Eyes yang telah ia aktifkan selama 3 hari berturut-turut.

Tiba-tiba, Toji muncul dari belakang Gojo dan menusukkan pedang dari punggung Gojo hingga menembus dadanya. Beruntung Gojo tidak mengalami luka fatal dari serangan Toji. Gojo kemudian memberitahu Toji bahwa Toji sangat bodoh masih mengincar Riko Amanai, karena iklan sayembara untuk membunuh Riko Amanai telah ditarik resmi jam 11 siang. Toji mengungkapkan bahwa ialah yang menarik iklan tersebut.

Toji kemudian menjelaskan bahwa untuk menghadapi lawan sekuat Gojo, yang tanpa celah, ia harus mengatur prioritas dan menyusun jebakan. Toji yakin bahwa Gojo tidak akan lengah mengistirahatkan Teknik Six Eyes jika tidak ada batas waktu hadiah. Gojo tercengang oleh strategi cerdas Toji, yang telah menebak pemikiran Gojo dengan tepat dan menjebaknya.

Post a Comment