Kuon Wataru dari Pengkhianat Menjadi Pahlawan Tim Z !

Table of Contents

Kuon Wataru, mengambil keputusan yang menghebohkan, karena memilih untuk mengkhianati Tim Z setelah mereka kewalahan melawan Tim Y. Sementara Tim V dengan mudah menghancurkan Tim Y dengan skor mencolok 8-0. Tim V menjadi tim terkuat yang tak terkalahkan dan akan menjadi lawan Tim Z dalam pertandingan terakhir mereka. Kuon yang pesimis atas kesulitan Tim Z dalam mengalahkan Tim Y, meragukan kemampuan mereka untuk mengalahkan Tim V.

Oleh karena itu, Kuon memutuskan untuk mengkhianati Tim Z dan bersekutu dengan Tim W sebagai pemain ke-12, serta membantu Tim W mengalahkan Tim Z. Meskipun aturan Blue Lock hanya meloloskan Tim posisi 1 dan 2 klasemen ke seleksi Blue Lock tahap 2, namun aturan Blue Lock juga memberikan peluang kepada pemain top skor di tim yang gagal finis di posisi 1 dan 2.

Berikut Adalah 4 Ulasan Pengkhianatan dan Kepahlawanan Kuon Wataru

1. Kuon Wataru Sukses Jadi Top Skor Tim Z


Ketika pertandingan antara Tim Z dan Tim W berlangsung, Kuon menjadi bintang dengan mencetak 3 gol yang spektakuler di babak pertama. Skor menjadi 3-0 untuk keunggulan Tim Z atas Tim W, dan Kuon menjadi Top Skor Tim Z. Namun, di babak kedua, Kuon mulai bersekutu dengan Tim W dan mengubah jalannya pertandingan. Sehingga Tim W mampu membalikkan keadaan dan unggul dengan skor 4-3.

Meskipun Kuon sudah memberikan informasi strategi dan kelemahan pemain Tim Z kepada Tim W, tetapi pertandingan berakhir dengan hasil imbang yang mengejutkan, yaitu 4-4.

Kejadian ini memicu kemarahan Tim W yang melampiaskannya dengan mengeroyok Kuon. Mereka merasa ditipu karena Kuon tidak memberitahu bahwa Chigiri, pemain Tim Z yang sebelumnya diketahui mengalami cedera kaki, ternyata mampu berlari dengan kecepatan yang luar biasa. Chigiri menjadi pahlawan Tim Z dengan mencetak gol penyama kedudukan 4-4 melawan Tim W. Hal ini mengakibatkan Tim W gagal meraih kemenangan atas Tim Z dan membuat mereka frustasi.

2. Kuon Wataru Ogah Bantu Tim Z Bermain Melawan Tim V


Bahkan, ketika Tim Z sedang mengadakan rapat strategi untuk menghadapi Tim V, Kuon dengan tegas menyatakan dirinya enggan terlibat dalam pertandingan tersebut. Dengan lantang, Kuon mengungkapkan bahwa dirinya sudah pasti lolos ke tahap kedua seleksi Blue Lock berkat keberhasilannya mencetak 3 gol yang membuatnya menjadi top skor Tim Z. Oleh karena itu, Kuon berjanji bahwa ia tidak akan melakukan apapun selama pertandingan Tim Z melawan Tim V dan hanya akan menyaksikannya dengan diam.

Tetapi, Kuon merasa takjub melihat kegigihan yang diperlihatkan oleh Tim Z yang awalnya tertinggal 3 gol, namun mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 melawan Tim V dalam babak pertama, meskipun Tim Z hanya bermain dengan 10 pemain. Di babak kedua, Tim Z bahkan berhasil menyamakan skor menjadi 3-3 melawan Tim V. Rasa kesal Kuon terhadap Tim V begitu besar sehingga ia meluapkan emosi dengan meneriaki dan menghina Tim V yang dianggapnya tidak becus karena berhasil dikalahkan oleh pemain Tim Z yang hanya bermain dengan 10 orang tanpa kehadiran Kuon.

Setelah Nagi sukses mencetak gol dan membawa Tim V unggul dengan skor 4-3 melawan Tim Z, kejutan tak terduga segera terjadi. Tim Z dengan hebatnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4 berkat gol yang dihasilkan oleh Kunigami, sosok pahlawan yang menjelma menjadi kekuatan tak terkalahkan Tim Z.

Semangat pertarungan yang ditunjukkan oleh Tim Z dalam melawan Tim V membuat Kuon semakin terpesona. Namun, meskipun begitu, Kuon tetap enggan turun tangan membantu Tim Z, karena dirinya telah dipastikan lolos ke tahap 2 Blue Lock.

Namun, saat Nagi berhasil melewati Isagi, yang merupakan satu-satunya penghalang di posisi bek tengah Tim Z, dan hanya tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper, dengan peluang mencetak gol yang tampaknya tak terbendung, Kuon yang sebelumnya hanya berdiam diri di tepi lapangan, tiba-tiba meluncur dan menabrak tubuh Nagi di luar kotak penalti, sehingga membuat Nagi terjatuh. Akibatnya, peluang emas Nagi untuk mencetak gol pun sirna.

Aksi pelanggaran yang dilakukan oleh Kuon ini mengejutkan semua pemain yang menyaksikan pertandingan. Kuon bisa disamakan dengan seorang pahlawan yang muncul dari bayangan, menggagalkan serangan mematikan Nagi, dan membawa keberuntungan kepada Tim Z.

3. Kuon Wataru Terancam Gagal Lolos Seleksi Blue Lock Tahap 2


Meskipun Kunigami telah menyamai jumlah gol yang dimiliki oleh Kuon di Tim Z, ada satu hal menarik yang perlu diperhatikan. Jika Tim Z gagal finis di posisi kedua klasemen Blue Lock karena hasil imbang atau kekalahan melawan Tim V, maka pemain yang pertama kali mencetak gol terbanyak dalam tim akan dipilih untuk melangkah ke tahap kedua seleksi Blue Lock.

Namun, jika terdapat dua kandidat top skor dengan jumlah gol yang sama di dalam satu tim, pihak Blue Lock akan mempertimbangkan Fair Play Point untuk memilih pemain yang tidak mendapatkan kartu kuning atau merah.

Tim Z sangat terkejut dengan tindakan kontroversial Kuon yang melakukan pelanggaran serius terhadap Nagi, hingga mengakibatkan Kuon diusir dari lapangan dengan kartu merah. Ironisnya, Kuon seharusnya sudah pasti lolos ke tahap kedua seleksi Blue Lock, mengingat Kuon menjadi top skor pertama dalam Tim Z, meskipun Kunigami juga memiliki jumlah gol yang sama.

Namun, nasib berkata lain ketika Kuon mendapatkan kartu merah, sehingga Point Fair Play-nya lebih rendah daripada Kunigami. Jika Tim Z mengalami kekalahan atau hasil imbang melawan Tim V, sudah bukan lagi Kuon, tetapi Kunigami-lah yang akan melangkah ke tahap kedua seleksi Blue Lock dari Tim Z.

4. Alasan Kuon Wataru Membantu Tim Z Lagi


Saat SMA, Kuon menjadi satu-satunya sosok yang sungguh-sungguh memimpin Tim Sepakbola Sekolahnya meraih kejayaan di kompetisi nasional dan bermimpi berseragam timnas Jepang. Sayangnya, teman-temannya kurang bersemangat karena mereka hanya bermain Sepakbola untuk kesenangan semata. Mereka menilai Kuon membosankan karena terlalu ambisius dengan gelar juara nasional SMA.

Meski dihadapkan pada kekalahan, teman-temannya tak merasakan frustrasi sebagaimana yang dirasakan Kuon yang sepenuh hati dalam bermain sepakbola. Sebagai pemimpi yang bercita-cita meraih Piala Dunia, Kuon tak pernah kehilangan semangat untuk menggapai mimpinya. Ia siap bertarung sendirian dan tak segan melakukan apapun demi meraih tujuan yang diimpikannya.

Setelah mengenang masa SMA-nya, Kuon memutuskan untuk mengikuti kata hatinya, daripada tak melakukan apapun dan tetap memenangkan pertandingan. Dengan tekad yang kuat, Kuon mempertaruhkan nasibnya yang sudah pasti lolos tahap 2 Blue Lock dengan cara menggagalkan peluang gol Nagi. Namun, yang tak terduga, alasan sebenarnya di balik tindakan pelanggaran Kuon pada Nagi tersebut tidak semata-mata untuk kebaikan tim Z, melainkan juga demi kebaikan dirinya sendiri.

Akibatnya, Kuon terkena kartu merah yang menyebabkannya kehilangan kesempatan untuk melaju ke tahap seleksi 2 Blue Lock. Tak hanya itu, Kuon juga meminta Tim Z untuk memenangkan pertarungan melawan Tim V agar mereka semua dapat lolos ke seleksi 2 Blue Lock secara bersama-sama. Dengan yakin, Isagi sebagai perwakilan Tim Z berjanji untuk memenangkan pertandingan tersebut.

Akhirnya, Kuon merasakan rasa syukur saat Tim Z berhasil meraih kemenangan gemilang melawan Tim V. Kebahagiaan ini begitu besar hingga Kunigami mengajak Kuon untuk bergabung dalam perayaan kelolosan Tim Z ke tahap 2 Blue Lock. Namun, Raichi memberikan sebuah tinjuan keras ke wajah Kuon sebagai bentuk penebusan dosa atas pengkhianatan yang telah dilakukannya. Meski demikian, insiden tersebut justru mempererat hubungan antara Kuon dan Tim Z, karena kontribusi Kuon yang telah membantu Tim Z meraih kemenangan melawan Tim V dengan tindakan kontroversialnya pada Nagi.

Post a Comment